Banda Aceh, 26 November 2025 – Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Laboratorium Ilmu Pemerintahan kembali menyelenggarakan Kuliah Umum sebagai ruang diskusi bagi mahasiswa. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 26 November 2025 pukul 14.00 WIB dan dipimpin oleh Koordinator Program Studi, Wais Alqarni, S.IP., M.A., serta Kepala Laboratorium, Mukhrijal, M.I.P.
Kuliah Umum ini menghadirkan Selamat Ginting, M.I.Kom, Pengamat Komunikasi Politik dan Militer dari Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, sebagai narasumber. Kehadirannya memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai dinamika komunikasi, opini publik, dan ancaman informasi di era digital.
Acara dibuka secara resmi oleh Maimun, S.Pd., M.A., Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FISIP USK. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif prodi dan laboratorium dalam menghadirkan kegiatan edukatif yang relevan dengan perkembangan teknologi komunikasi dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial-politik masyarakat.
Dalam pemaparannya, Selamat Ginting membahas tema “Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Era Generasi Kelima untuk Indonesia yang Berdaulat.” Ia menjelaskan bahwa perang generasi kelima tidak mengandalkan kekuatan militer, tetapi memanfaatkan teknologi informasi untuk mengarahkan opini publik, melemahkan kepercayaan masyarakat, dan mempengaruhi narasi tentang kedaulatan sebuah bangsa.
Menurutnya, “Perang generasi kelima berpusat pada manipulasi informasi dan operasi siber yang sering terjadi tanpa kita sadari. Musuh tidak lagi selalu berbentuk negara, tetapi juga individu atau kelompok yang memiliki kemampuan mempengaruhi opini publik. Karena itu, mahasiswa sebagai generasi intelektual harus kritis dan memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memecah belah bangsa.”
Selamat Ginting juga menekankan pentingnya mahasiswa memperluas jaringan, menjaga solidaritas, dan memahami perannya sebagai diplomat publik yang membawa wajah bangsa dalam setiap interaksi sosial di tingkat nasional.
Koordinator Program Studi, Wais Alqarni, S.IP., M.A., menambahkan bahwa diskusi seperti ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi komunikasi bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan. Prodi juga menyediakan berbagai pilihan bidang minat agar lulusan memiliki kemampuan yang lebih luas dan tidak hanya terfokus pada profesi birokrasi.
Laboratorium Ilmu Pemerintahan berharap kegiatan Kuliah Umum ini dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai bagaimana opini publik terbentuk dan bagaimana narasi tertentu dapat memperkuat atau melemahkan persatuan bangsa. Pemahaman ini diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital.


