Banda Aceh, 19 November 2025 — Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menghadirkan kegiatan pengembangan kompetensi bagi mahasiswa melalui Pelatihan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions). Kegiatan berlangsung pada Rabu, 19 November 2025 pukul 09.00 WIB, dipimpin oleh Koordinator Program Studi Ilmu Pemerintahan, Wais Alqarni, S.IP., M.A., dan Kepala Laboratorium, Mukhrijal, M.I.P.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Muhammad Rezqi, S.IP., Direktur Utama Arsa Rijaya Entertainment sekaligus alumni Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP USK, yang memberikan pemaparan terkait industri MICE secara komprehensif.
Acara dibuka resmi oleh Maimun, S.Pd., M.A., Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif prodi dan laboratorium dalam menghadirkan kegiatan edukatif yang relevan dengan kebutuhan profesional mahasiswa saat ini. Ia menilai kemampuan di bidang event management menjadi salah satu soft skill penting yang banyak dibutuhkan di dunia kerja.
Pada sesi pemaparan, narasumber Muhammad Rezqi menjelaskan konsep MICE sebagai sektor penting dalam industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Industri ini mencakup berbagai kegiatan penyelenggaraan acara bisnis, perjalanan insentif, konferensi, hingga pameran berskala nasional maupun internasional.
“MICE tidak hanya berhubungan dengan pelaksanaan acara, tetapi juga memberi dampak besar secara ekonomi dan sosial. Melalui perencanaan yang baik, mahasiswa bisa melihat bagaimana sebuah event mampu membuka lapangan kerja, memperkuat citra daerah, dan memberi nilai tambah bagi banyak sektor,” jelas Rezqi.
Ia juga menekankan pentingnya keterampilan manajemen acara, koordinasi tim, serta kreativitas dalam merancang konsep kegiatan. Menurutnya, kemampuan tersebut sangat relevan bagi mahasiswa yang ingin berkecimpung di industri kreatif, pemerintahan, maupun sektor swasta.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Mahasiswa aktif bertanya mengenai peluang karier di industri MICE, strategi mengelola event, hingga tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan kegiatan berskala besar. Rezqi turut membagikan pengalaman praktis dari dunia event organizer dan industri hiburan
Kepala Laboratorium, Mukhrijal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen laboratorium untuk menghadirkan ruang belajar yang aplikatif.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya paham teori administrasi dan pemerintahan, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa menjadi modal berharga dalam karier mereka,” ujarnya.
Koordinator Program Studi, Wais Alqarni, menambahkan bahwa pelatihan soft skill seperti MICE merupakan bentuk penguatan orientasi sosiopreneur bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan. Prodi juga memberikan berbagai pilihan kompetensi agar lulusan mampu berkiprah di beragam sektor, tidak hanya terfokus pada pekerjaan birokrasi.
Dengan terselenggaranya Pelatihan MICE ini, Prodi Ilmu Pemerintahan USK berharap mahasiswa dapat memahami peran industri acara dalam dinamika pemerintahan modern sekaligus melihat peluang pengembangan diri di bidang tersebut.


